Membela Kebenaran

May 12, 2026


Seberapa jauh kamu akan berdiri membela kebenaran?



Dari kecil, aku selalu terkesima dengan karakter-karakter shounen. Cukup unik dan aneh untuk seorang perempuan pada masanya untuk mengikuti anime apalagi shounen dan memiliki sifat ketomboy-tomboyan. Aku suka sekali. Aku suka keteguhan karakter-karakter shounen ini yang selalu memiliki pendirian, dan teguh kokoh dalam perjuangan dan pengorbannya. Walaupun mereka hancur, juga mungkin dikucilkan, mereka tetap tegap kokoh membela kebenaran. Aku suka sekali. Itu juga alasan aku suka One Piece (iya, ujung-ujungnya ke One Piece lagi), bagaimana di dunia yang benar dan salah sudah sering terbolak balik, kru Topi Jerami selalu berdiri teguh untuk membela yang ditindas, direndahkan, didzolimi, dan dibeda-bedakan. Lalu memperjuangkannya mati-matian. 

Malam ini, aku berkaca pada alifa kecil. Alifa SD yang petantang petenteng dengan grup MILKITA nya, cewek-cewek tomboy yang pantang takut apapun. Alifa SD yang bisa menyeret keluar laki laki dari kelas, melempar tasnya keluar kelas karena berkelakuan tidak baik dan tidak sopan. Alifa SD yang tidak takut bertarung, dipukul laki-laki pun ia cuman menjawab "udah?". Alifa SD yang maju paling depan kalau temannya dibully. Alifa pentolan. 

Lalu aku bertemu dengan Alifa SMP, Alifa yang dikucilkan di tempat baru yang asing. Alifa yang mendorong ke tembok seorang teman yang mengejek ayahnya itu rupanya seperti tukang becak dan mengkonfrontasi. Alifa yang tidak pernah berpura-pura tentang apapun yang ia rasakan, termasuk hal hal gaib yang mengganggunya sehari-hari walau ia dianggap aneh. 

Lalu aku bertemu dengan Alifa Kuliah, Alifa yang bisa menunjuk dengan tegas dan apa adanya jika ada hal-hal yang salah bahkan di ruang-ruang publik. Alifa yang tidak pernah lempar batu sembunyi tangan. Alifa yang blunt. Alifa yang tidak pernah mengemas-ngemas bahasa. 

Lalu aku bertemu Alifa sampai titik ini. Alifa yang ngotot. Alifa yang tidak takut untuk selalu mengemukakan pendapat. Alifa yang membela dan terus ingin membela seorang Ibu didik yang sudah memberikan segalanya difitnah dan didzolimi. Alifa yang membela seorang ibu yang direndahkan karena pekerjaannya hanyalah seorang Gojek. Alifa yang membela seseorang untuk jangan direndahkan dari pekerjaan, latar belakang ataupun dari rumpun ras ataupun agamanya. Alifa yang ingin terus seperti itu.

Semua Versi Alifa dalam konteks: membela kebenaran sudah kukumpulkan malam ini. Aku yang sudah lebur menyusun satu sifatku ini kembali dalam satu potret serpihan bak sebuah puzzle agar ia kembali komplit menjadi Alifa yang utuh dan lebih baik. Susunan yang salah dan tidak lagi tepat kubuang. Yang baik kumasukkan. Lucunya kehidupan, perjalanan hidupmu sebenarnya adalah untuk membawamu untuk jadi dirimu seutuhnya dan menjadi apa yang kamu harusnya menjadi. 

Maka, di usia yang masih ke-28 tahun ini, sebuah pertanyaan kulancungkan pada diriku sendiri.
"jika kamu Alifa, seberapa jauh kamu akan berdiri teguh di atas kebenaran?"

Beberapa pertanyaan turunan sudah kulancungkan, dengan gongnya:
Bagaimana jika kamu diasingkan? tidak apa
Bagaimana jika kamu harus menjauh, pindah bahkan, dan memulai hidupmu mandiri dari bawah seperti misalnya tinggal di kosan dan mencari pekerjaan dari 0 ataupun serabutan?
Ternyata jawabannya tetap tidak masalah

Aku hanya takut satu. Aku takut jika dalam hidupku aku tidak bisa membela hal-hal yang merupakan benar. Aku takut jika aku tidak bisa menjadi orang yang mengatakan apapun yang benar adanya disaat peluang itu ada. Aku tidak mau jadi orang seperti itu.  





Jadikan aku orang yang selalu bisa membela dan berdiri di atas kebenaran, Tuhan. Yang bisa mengatakan apa adanya yang benar. Sebagaimana itu adalah aku sejati dan sebelumnya. Apapun yang terjadi. Apapun yang terjadi. 



You Might Also Like

0 komentar