Lebur, hancur dan menyusun kembali
Itulah aku saat ini.
Menyusun kembali puzzle diriku yang menjadikan seorang aku. Aku dengar cerita disekitar tentang orang-orang penuh strategi dan serba bisa. Hmmm kayak kenal ya, seperti aku, tapi aku sekarang tidak seperti itu. Kudengar lagi tentang orang yang blunt. Loh itu kayak kenal, aku ya? tapi sekarang aku tidak seperti itu.
Maka, sekarang aku menulis. Maka aku menulis. Maka aku menulis. Sebuah caraku selalu untuk menemukan diri.
Dania sering merumpamakan aku seperti ini:
1. Aku adalah orang yang serba bisa.
Tidak ada di kamusku suatu hal tidak bisa dilakukan. Akan kutemukan cara-cara yang extreme sekalipun, HANYA untuk menyelesaikan sebuah perkara dan untuk memperjuangkan hal-hal yang benar. Aku adalah orang yang bisa menemukan celah-celah dari setiap perkara dan dengan seribu akal menemukan langkah2 utuk memastikan rencanaku bisa dieksekusi dan dijalankan dengan sebaik-baiknya. Kalau ibarat Agak Laen, aku adalah si Jegel yang suka tiba-tiba ngomong: "Aku ada ide!". Aku adalah orang yang selalu mempersiapkan 1000 langkah ke depan.
Aku adalah orang yang bisa melakukan apapun yang aku mau. Aku bisa tiba-tiba bongkar handphone bermodalkan youtube untuk mengganti baterai hp. Aku bisa membenarkan masalah di laptop bermodalkan video tutorial orang India. Aku bisa mengerti akunting padahal aku tidak ada belajar/bersekolah di bidang tersebut. Aku bisa melukis, menggambar, photoshop, memanah, beretorika, memasak, bermain alat musik, olahraga, apapun, setelah mempelajari dasar-dasarnya, melihat dengan seksama bagaimana orang melakukannya, mencontoh, dan mengasahnya.
Aku adalah bunglon.
Jack of all trades, Master of All.
Karena aku bisa menjadi apapun, siapapun, melakukan apapun, dan aku selalu memastikan semua masalah/hal selesai dengan maksimal.
2. Aku adalah orang paling keras kepala.
Sampai mati pun jika aku benar, aku akan perjuangkan. Jika aku benar mau sampai semalam suntuk pun, akan aku debatkan. Jika aku benar, mau adu mulut selama apapun akan aku ladenin dan dengan gamblang kutanggapi tiada habisnya sampai orang tersebut paham. jika aku benar, sampai kapanpun akan aku bela dan aku akan selalu berpihak penuh kepada semua yang bnar yang benar.
Seperti Oprah pada bukunya What I Know For Sure, Alifa di 2020 berkata seperti ini: —Anyone who knows me knows that I always like what I like fiercely and with so much certainty."
"When the universe compels me toward the best path to take, it never leaves me with "Maybe," "Should I?" or even "Perhaps". I always know for sure when it's telling me to proceed--because everything inside me rises up to reverberate "Yes!" - What I Know for Sure
Aku adalah orang yang fierce dan punya 1000% certainty. Berlebihan memang. Tapi itulah aku. Saat mencintai 100%. Saat mengerjakan apapun 100%. Selalu ingin bisa memberikan semuanya 100%. Tapi jika aku salah, aku akan minta maaf, mundur langkah seribu dan memperbaiki.
3. Aku adalah orang yang pandai beretorika. Lihai dalam menyusun kata-kata. TIDAK dengan menambah-nambahkan, mengurang-ngurangi atau bahasa lainnya menjadi rekayasa. Aku tidak lihai berbohong. Aku bukanlah lagi orang yang bisa mengarang sebuah cerita, membolak balikan yang salah menjadi benar dengan kelihaian bahasaku. Bukan lagi.
Aku adalah orang yang apa adanya bisa berbicara dengan cermat dan hanya sesuai FAKTA untuk melumpuhkan lawan. Aku adalah seorang anak organisasi yang sudah memiliki jam terbang yang tinggi untuk beretorika, bernegosiasi, mengarahkan, berdebat. Aku adalah seorang pujangga yang pandai berpuisi dan memiliki kosa kata yang sangat banyak. Aku selalu bisa menemukan celah dalam kata-kata lawan bicaraku dan mengembalikan kata-kata tsb kembali padanya.
----
Ditulisan kali ini, cukup banyak aku membahas diriku. Yang harus kufokuskan saat ini memang memulihkan jiwa dan menghadapi perkara2 di depan mata. Beberapa hari yang lalu, telah kutemukan puzzle yang selalu membela kebenaran. Hari ini, kutemukan 3 lainnya. Mungkin berikutnya akan kukulik lagi sisi Alifa lainnya. Yang Ceria? yang romantis? yang jenaka? yang puitis? hmm mungkin nanti ya. Kita susun senjata-senjata penting dlu saat ini.
Aku adalah aku. Sampai kapanpun. Kekuranganku, memang segunung. Tapi kemauanku, untuk terus memperbaiki diri, adalah superpower. So until next time! :)

