Malam ini, di rumah, dengan hujan yang begitu deras diluar. Aku mati gaya. Dari setibanya siang tadi disini, aku hanya terbaring di karpet kamar, mata lurus ke plafon, mengheningkan cipta. Kerja. Pulang. Mengheningkan Cipta. Kata-kata tidak menemukan rumah, tidak menemukan tujuan. Menghubungi Jane pun, tidak ada cerita konheret yang bisa disampaikan. Mati gaya. Garuk-garuk. Geser sana geser sini. Diam. Yang kutahu, sejak kemarin aku ingin sekali menulis. Tapi satu katapun tidak ada yang bisa dibuang. Rasanya tenggorokan terkunci, paru-paru tidak meruntunkan tuturan. Biasanya, kata-kata tidak terbendung, tapi kini kata-kata bahkan tidak bertamu.
Setelah setengah jam di layar telfon mati gaya, jane bilang "bagaimana kalau menulis saja tentang kata-kata yang terkunci ini?" maka aku menulis. Saat ini. Kalau kemana-mana mohon dimaafkan, sungguh aku tidak tahu pokok cerita ini akan berawal dimana dan berakhir dimana.
1. When Life Gives You Tangerines
Hari ini aku mendengarkan "Dreams, Books, Power, Walls" oleh Jannabi on repeat di perjalanan pulang ke Pandeglang. Lagunya yang begitu soulful, manis, bittersweet--mengingatkanku langsung kepada empu seriesnya. Ah, bagus sekali series itu memang. Kucari di google "apa artinya kiasan when life gives you tangerines?", katanya artinya finding sweetness in challenges. Judul korea series ini "Pokssak Sogatsuda" bahkan artinya "you've worked hard", menghighlight tentang perseverance dan gratitude. Manis sekali bukan?
Kata Jane, "jangan, jangan nonton. Nanti kamu nangis." Memang, dua kali menonton series ini tidak pernah aku tidak menangis. Ceritanya yang begitu tulus tentu menyentuh kalbuku. Tapi, aku ingin menonton karena kali ini aku ingin melihat Gwansik. Bagaimana Gwansik selalu menemani Aesun di setiap musim hidup Aesun. Kata Aesun, Gwansik itu baja, dijuluki seperti itu karena dedikasinya yang tanpa batas. Karena keteguhan hati dan ketahanannya dalam mencintai dan mendukung Ae Sun, bahkan dalam situasi tersulit sekalipun. Kata Aesun "you're like steel. We may get hungry, but you'll never break my heart". Manis sekali. Hidup akan terus banyak rupanya, apalagi di hidup aesun. Tapi memiliki gwansik yang kokoh, gwansik yang menyeberangi lautan, gwansik yang selalu ada. Ah, Beruntung sekali, Aesun.
2. "Love is something you're willing to take a risk". - Alifa circa 2019
Kemarin, tergelak aku keras-keras karena mendengar Dania bilang begini, "hidup kamu kan penuh tantangan, loncat sana loncat sini, salip sana salip sini. Tentu pasanganmu harus bisa mengikuti, kalau gak ya kasihan kamunya". Begitu sayangnya aku kepada dua sahabatku, kakak adikku, yang sudah membuktikan berkali kali kali kali tanpa perlu diragukan lagi soal bagaimana mereka bersedia dengan penuh kelapangan untuk selalu "disusahkan" olehku. Kami bertiga selalu bisa saling mengasihi, berpegangan tangan, walau kepala sama sakitnya, badan sama babak belurnya, situasi sama tidak kondusifnya, namun tidak pernah meninggalkan satu sama lain. Tertawa, bahkan di situasi paling mencengangkan. Betapa beruntungnya aku, jika dalam satu kompi komplotan hidupku ini, bertambah satu lagi, teman hidup—pasangan hidup—rumah, yang juga memiliki jiwa seperti ini.
3. Daring
Tahun ini, resolusiku adalah menjadi gagah perkasa tanpa gentar dalam menghadapi setiap apapun tantangan dalam hidupku. Kubilang ke diri sendiri: "sabar ifa, soft girl era nanti aja pas udah nikah" (padahal hilal belom ada). Ucapku dengan penuh resolute dengan satu misi bisa fokus melakukan semuanya sebaik-baiknya apa yang ada di depan mata.
Pembicaraan mengenai Daring, menjadi topik yang banyak kita bahas akhir-akhir ini.
Daring, tentu berbeda dengan reckless.
Daring akarnya dari "courage + intention".
as in, "this matter to me—am i ready to take the risk?
Sedangkan Reckless, akarnya dari "avoidance + impulse".
Yang disalahpahami orang mengenai daring, kalau tidak ada persiapan untuk menjalaninya. Padahal justru, menjadi daring itu penuh dengan perhitungan dan persiapan, pintar-pintarnya kita melihat kesempatan dan memanfaatkannya. Sisanya, biar keberuntungan yang bermain.
Semoga kita selalu memiliki sikap daring dalam menjalani kehidupan.
.....ternyata banyak juga kata yang bisa keluar malam ini. Walau melantur, kesana sini, ditambah rasa ingin menggepok yang tinggi. Langit-langit plafon masih kutatapi. Kata-kata masih banyak yang tertahan tersimpan dalam hati. Kata-kata sembunyi karena tidak ada yang perlu diratapi. Setiap hadiah yang diberi semesta selalu kuhargai sepenuh hati, apapun bentuknya. Bersyukur. Bersyukur. Bersyukur. Langit-langit plafon masih kutatapi. Fokus, kataku dalam hati. Perjuangan masih belum berakhir. Fokus. Lampu kamarku ternyata berkelambu. Fokus. Besok kita cari jalan keluar lagi. Fokus. Ifa pasti bisa melakukan yang terbaik. Fokus. Biar waktu yang menjawab nanti





