Selesai.
Terhitung hari ini, selesai perjalananku menjabat sebagai Direktur.
Sungguh manis takdir yang ditulis Tuhan. Aku masuk mulai bekerja di tanggal 01 agustus 2020, dan menutup tepat di tanggal 31 july 2026. Enam tahun yang kukira akan menjadi selamanya. Pekerjaan yang kupertahankan demi karyawan-karyawan yang mencari nafkah untuk keluarganya—ternyata menurut Tuhan sebaiknya kulepaskan.
Bunda memintaku melepaskan jabatanku dan tidak mengenakannya lagi. Dengan segala kekisruhan yang terjadi saat ini—dan aku yang selalu akan berpihak dan membela yang benar—orang tuaku memintaku untuk menanggalkan segala fasilitas yang kupunya. Konon mereka bilang ke orang lain, mereka ingin tahu apakah ibu didiknya masih mau merangkulku yang tidak memiliki apa-apa. Cukup lucu argumentasinya, karena aku yang paling tau siapa ibu didikku. Beliau justru selalu merangkul semua hamba Tuhan. Tidak terkecuali.
Rabu kemarin menjadi perjalanan terakhirku ke kantor. Dengan 1 kelapangan terdalam, aku pamit kepada semua karyawan. Memberikan pesan-pesan untuk semua staff yang terkasih dan tersayang. Sudah kurelakan apapun yang mungkin terjadi atas perusahaan sepeninggalanku. Memang hidup adalah selalu tentang perkara melepaskan dan mengikhlaskan. Sekuat-kuatnya ingin menggenggam, jika Tuhan berkata takdir terbaik adalah dilepas, maka genggaman akan dilepas dengan cara terbaikNya.
Begitupun sebaliknya—mungkinkah yang memang milik akan terus kembali lagi jika memang ditakdirkan menjadi milik? Tidak tahu.
Yang kupercaya, Tuhan meletakkan niat dan keinginan di hati masing-masing hambanya.
Di perjalanan pergi dari Pandeglang, aku mendengarkan I'll take you home by Gardika Gigih dan Banda Neira on repeat. Sebuah manifesto kerinduan pada sebuah rumah yang sesungguhnya. Jiwaku, rindu.
Maka kututup kisah bulan juli.
Dan membuka lembaran baru di bulan agustus sebagai: ifa saja.
Bukan direktur. Hanya manusia biasa yang mengarungi kehidupan dengan kekonyolan, keberanian, ketulusan, dan inginnya selalu dengan orang-orang yang ia cintai. Manusia biasa yang beruntung dikelilingi orang-orang terbaik yang mencintai dirinya apa adanya, dan suatu hari nanti juga berharap, belahan jiwanya akan datang dan mencintainya pun atas apa adanya dirinya. Hanya atas dirinya.
Bertepatan dengan wisudaku di bulan depan, hampir berakhir juga perjalanan hidupku satu per satu. Lautan sudah selesai disapih. Perang menuju puncaknya.
Biar aku menang. Biar kami menang.
Biar kemenangan berwujud kebahagiaan. Biar kemenangan berbentuk kebersamaan. Biar kemenangan menjadi perdamaian.
Jadi setelah ini Alifa ngapain? Ga tau.
Masih desain
Masih baca tarot
Punya kerjaan baru
Sisanya, ga tau. Kemana kaki melangkah aja.
Kalau kata teh Taylor Swift di August, Mari kita jalani hidup ini dengan semangat baru.
“to live for the hope of it all”
“to live for the hope of it all”







