The Cave
December 04, 2025
Hari ini Spotify Wrapped 2025 sudah rilis. Dengan pemenang lagu yang kuperdengarkan di tahun ini adalah "We're All Alone"-nya Rita Collidge. Total banyak lagu ini kuputar adalah 7976 kali. Angka yang bombastis untuk dimainkan dalam setahun terakhir. Lagu ini—musik maupun liriknya—sudah menjadi emotional anchorku dalam menghadapi kehidupan. Menurut Chatgpt, An emotional anchor song is a song that your heart uses as a stabilizer, a home base, or an energetic refuge. It’s the song you return to when your emotions feel too heavy, too chaotic, or too overwhelming.
Awalnya dimulai pada suatu hari tanggal 10 April. Aku menemukan lagu ini di album spotifynya. Perkaranya, dua hari sebelumnya aku baru saja mengirimkan email. Adanya lagu ini menarik perhatianku. Malam itu, aku belum mengerti maknanya. Sampai keesokan harinya—
Hari itu seperti biasa, aku si sopir lintas kabupaten ini sudah siap berangkat. Biasanya, aku tidak lupa untuk mengecek kolong mobil untuk memastikan tidak ada kucing disana. Mobil dimundurkan dengan niat berputar balik dan....ketakutan terbesarku dalam berkendara terjadi—ada anak kucing tidur di bagian roda belakang, dan... tergilas..... dia mati di genggamanku.
Aku hancur.
Aku yang tidak sanggup dan berusaha mengontrol diri, memutuskan untuk memakai headset, noise cancellation on, dan mendengarkan lagu ini.
Aku..merasa disayang, dimengerti dan ditenangkan. Jiwaku yang begitu lelah dan sangat ingin bersandar, rasanya mendapatkan sandaran yang begitu didambakan. Rasanya seperti pulang ke sebuah rumah, ke sebuah kamar, ke sebuah pelukan, yang tidak mengatakan apa-apa selain memelukku dan memastikan aku baik-baik saja, dan hanya ingin aku baik-baik saja.
Begitu ajaibnya hidup.
Tuhan begitu baiknya menuntunku untuk tiba-tiba menulis surat kasihku untuknya, lalu mendapatkan dia mendengar lagu ini dua hari kemudian, dan aku yang sudah pasti penasaran, mendengarkannya di saat yang tepat aku butuh dikuatkan.
Dan hal ini tidak terjadi sekali dua kali, di saat-saat rapuhku, contohnya—beberapa hari terakhir ini, yang dasyat sekali—lagu ini kembali menjadi peneduhku. Disaat gaung dunia sedang berlebihan, tembok berkali-kali ditemui, dan menjadi kuat adalah jalan yang harus dilakukan. Mendengarkan We're All Alone memberikan aku ruang untuk bernafas lega. Untuk mengizinkanku,si kakak pertama ini— yang selalu mencoba kuat untuk orang lain, untuk menjadi rapuh. Untuk ditenangkan, dikuatkan. digenggam—dan aku tidak pernah sendiri.
Bagaimana pula, sebuah cerita yang sudah sangat lama, masih bisa hadir tiba-tiba menjadi penguatku di saat aku membutuhkan? Apakah itu alasannya di malam desember silam, perasaanku dibangunkan oleh mimpi dan menuntunku untuk berani menulis hingga akhirnya sampai dititik ini? agar aku bisa memiliki satu support lagi? ataukah ada alasan yang lebih besar lagi? Hanya Tuhan yang tahu. Itukah juga alasan kenapa aku juga dituntun meminta pertolongan padanya? untuk melihat apakah dia akan menjawab? Apakah Langit sedang menilai kami? Hanya Tuhan yang tahu.
Yang pasti aku bersyukur..
Aku bersyukur memiliki cinta yang aku tahu akan selamanya hidup dalam hatiku. Apapun bentuknya. Aku bersyukur.. hanya mengetahui dia sehat, cukup, dan bahagia. Aku bersyukur..
Terimakasih
Berkah dan bahagia untukmu selalu


0 komentar