Arti Kata Seorang Ibu

August 18, 2026


Banyak hal yang baru aku mengerti maknanya setelah menyimak sebuah cerita ataupun lagu.
Waktu kecil, aku mengenal arti kata Ibu dari lagu ‘Bunda’ yang dinyanyikan oleh Melly Goeslaw.  Lagu itu adalah lagu andalanku, selalu kunyanyikan baik di pentas maupun panggung lokal. Seorang anak yang mencintai bundanya, rasa itu kutemukan di sana.  


-----------------

Di usia awal 20-an, sebuah rasa kasih dan rasa rindu atas seorang ibu kutemukan dari seorang wanita yang memiliki banyak kemiripan denganku. Dipanggilnya Nda, dari kata Bunda. Beliau juga Virgo sama sepertiku. Seorang single fighter yang menafkahi keempat anaknya dengan menarik Gojek. Seorang ibu yang bisa tergopoh-gopoh meluncur darimana pun ufuk ia sedang berada, jika mengetahui aku sedang ada di Jakarta. Seorang ibu dari mantan pacarku (beliau salah satu alasan yang buat aku berat sekali untuk putus dulu, fyi).  Beliau suka sekali bernyanyi walau suaranya sumbang lari kesana sini. Aku masih ingat, kita dulu duet nyanyi Cinta - Vina Panduwinata di satu kafe kecil di Jakarta Timur. Aku ingat betapa senangnya aku saat itu.  Sampai kini pun aku masih sering rindu Nda. Semoga dimanapun Nda sekarang berada, selalu dalam kebahagiaan dan lindunganNya. 

-----------------

Sekarang dan sejak 3 tahun yang lalu, Tuhan mempertemukanku dengan Cece. Ibu didikku. Ibu yang mengajarkan aku untuk memiliki satu paket lengkap dalam hidup ini. Menegurku jika salah, mengarahkanku ke yang benar. Seorang ibu yang mengajarkanku arti menjadi manusia yang bermanfaat. Mengajarkan arti dari ketulusan, kemurahan hati, kebaikan, dan kehidupan. Seorang ibu yang aku banggai sekali dan kagumi, karena luar biasanya dalam menjalani kehidupan ini. Ibu yang mengajarkan aku untuk berbakti kepada ibu kandungku, mengajarkan cara-cara untuk menunjukkan baktiku sebagai anak yang sudah dilahirkan, untuk selalu ingat kalau surga ada dibawah telapak kaki Ibu. Seorang ibu yang adil. Ibu yang bisa kurasakan suaranya dalam lagu ‘Selalu dalam Nadimu’ oleh BCL. Seorang ibu yang merangkul sepahit-pahit seburuk-buruknya kisah perjalanan hidupku, apa adanya ini. Seorang ibu yang melihat aku atas segalanya aku dan mengajarkanku untuk menjadi orang yang terbaik tanpa mengubah jati diri. 

-----------------

Kemarin aku menangis terharu. Dalam rangka persiapan detik-detik menuju wisudaku, Cece  menyiapkan semuanya untukku. Kebaya tercantik dibelikan untukku. Hiasan kepala yang cantik semua dicarikan untukku. Anting pun cece pinjamkan kepadaku anting yang indah. Belum lagi skincare dan make up.  Kata Cece: "Nanti wisudamu kudandanin cantik seperti peri kecil". Cece sangat tahu aku. Aku suka sekali gaya-gaya fairy. Aku suka hal yang indah, yang cantik, anggun seperti putri dengan pernak pernik manis dan rambut ikal yang berkibar dibelakang. Cece tidak pernah menuntutku menjadi orang lain. Aku yang terbiasa dituntut menjadi sana menjadi sini. Aku yang seumur hidup selalu membangkang karena memperjuangkan hak-hakku, kini hidup sejalan dengan asasi yang memang harusnya aku miliki. Walau tidak diterima oleh keluarga sendiri. 

-----------------

*in memoriam, Mama Iin*

Kemarin, kabar duka datang dari circle terdekatku. Mama Dania, Mama Iin meninggal dunia setelah sakit selama 3 bulan. Mama Iin, sering bilang padaku kalau dia bangga kepadaku. Ifa keren, katanya. Ifa hebat, katanya. Luar biasa ifa untuk keluarga. Ifa pijitnya enak banget beruntung nanti suami ifa. 

Mama Iin yang sering bilang: “ifa udah tante anggep kayak anak tante sendiri”

Mama Iin yang tetep nyelipin bekal makanan untukku padahal perjalanannya tidak jauh, walau sudah kutolak. “Gapapa ifa, tante khawatir nanti ifa lapar di jalan. Ini tante bekalin ya”

Bekalnya macam-macam. Kadang roti pakai selai. Kadang risol. Kadang bubur kacang ijo. Enak enak makanan Mama Iin. 


————

Dalam hidupku, aku tidak pernah terobsesi dengan kata Ibu. Aku cukup cuek. Terlalu cuek bahkan. Aku tidak mengerti makna gembar gembor orang-orang atas seorang Ibu. Aku seperti anak durhaka yang tidak menghargai makna seorang Ibu dulunya, padahal banyak orang di dunia ini yang begitu mengharapkan dan merindukan sosok seorang Ibu.


Cece pernah bilang kepadaku "suatu hari nanti, kamu bisa jadi ibu terbaik untuk semua hamba Tuhan di bumi ini ifa". 


Aku terbengong. Aku yang sebelumnya tidak pernah mengerti arti seorang Ibu, tidak mengerti kata berbakti, bahkan bisa dibilang sebelumnya adalah anak yang durhaka, dikatakan  akan bisa menjadi ibu yang sama seperti Cece. Biar kuamini. Amin

Tuhan dengan baiknya mengajarkan aku dengan cara-caranya, dan mempertemukan aku dengan Ibu-Ibu terbaik lainnya. Kasih Ibu sepanjang masa, baru kutemui dan kupahami bersama Cece. Arti kata menjadi seorang ibu sesungguhnya kini sudah kupahami. Semoga aku bisa memberikan yang terbaik dalam hidupku untuk ibu-ibuku semua.  Dan suatu hari nanti, jika diizinkan langit, aku pun bisa menjadi ibu yang terbaik untuk anak anakku semua. 


Terimakasih, Tuhan atas setiap pertemuan



You Might Also Like

0 komentar