SEBUAH AKHIR DAN AWAL PERJALANAN
August 01, 2026
Selesai.
Terhitung hari ini, selesai perjalananku menjabat sebagai Direktur.
Minggu lalu, Bunda memintaku melepaskan jabatanku dan tidak mengenakannya lagi. Aku tidak pernah haus harta, apalagi harkat. Pekerjaan ini kupertahankan hanya demi orang tua dan karyawan-karyawan yang mencari nafkah untuk keluarganya. Sungguh ajaib skenario hidup ini kalau difikir-fikir. Aku masuk bekerja di tanggal 01 agustus 2020, dan ternyata kini selesai tepat di tanggal 31 july 2026. Seperti satu lingkaran yang sempurna, 6 tahun perjalananku memimpin. Enam tahun yang kukira akan kujalani selamanya.
Dengan segala kekisruhan yang terjadi saat ini, orang tuaku memintaku untuk menanggalkan segala fasilitas yang kupunya. Konon, mereka ingin tahu siapa yang masih akan merangkulku jika aku tidak memiliki apa-apa dan bukan siapa-siapa. Cukup lucu pemikirannya menurutku. Karena aku percaya apa yang kita tabur itulah yang kita tuai. Sepanjang hidupku, aku tidak pernah berteman karena ada maunya. Beruntungnya aku, karena orang-orang yang kucintai dan mencintaiku adalah orang-orang yang tulus dan bersamaku karena aku, bukan karena backkgroundku, ataupun ada maunya.
| Motto Alifa |
Rabu kemarin menjadi perjalanan terakhirku sebagai Direktur ke Hotel.
Dengan 1 kelapangan terdalam, aku pamit kepada semua karyawan. Tidak lupa menitipkan pesan-pesan untuk semuanya.
| a letter from Elnika, makes me happy |
last ride to work
Ilmu ikhlas itu berat. Tapi sudah kurelakan apapun yang mungkin terjadi sepeninggalanku. Baik maupun buruknya. Memang hidup selalu tentang perkara melepaskan dan mengikhlaskan. Sekuat-kuatnya ingin menggenggam, jika takdir berkata lain, maka genggaman akan lepas juga. Ataupun sebaliknya, mungkinkah yang memang milik akan terus kembali lagi jika memang ditakdirkan menjadi milik? Tidak tahu, yang kupercaya, Tuhan meletakkan niat dan tujuan di hati masing-masing hambanya.
———
Sekelarnya semua urusan, sore itu aku berangkat kembali ke Tangerang. Di jalan, I'll take you home by Gardika Gigih dan Banda Neira melantun berulang-ulang.
Aku suka sekali lagu ini. Menurut Jane, lagu ini penuh kesedihan. Menurutku, lagu ini adalah manifesto kerinduan pada sebuah rumah yang sesungguhnya. Tentang dua insan manusia yang sudah lama melakukan perjalanan panjang. Penuh luka. Lelah. Tapi akhirnya pulang ke rumah yang sesungguhnya yaitu ke satu sama lain. Liriknya; "I'll take you home" "just wanna take you home" menggambarkan tentang dua orang yang sudah tidak sabar untuk saling menemani. Begitu sakralnya lagu ini, menurutku. Ada ironi bagaimana lagu ini mengiringi kepergianku dari tempat yang seharusnya disebut rumah.
———
Maka kututup kisah bulan juli.
Dan membuka lembaran baru di bulan agustus sebagai: ifa saja.
Bukan direktur. Hanya manusia biasa yang mengarungi kehidupan sebaik-baiknya. Manusia biasa yang demen One Piece, habis rescue kucing dari bawah kolong mobil, suka main sudoku, paling pede kalau rambutnya panjang dan sehari-hari selalu denger musik. Iya ifa yang itu. Ifa yang suka banget cokelat, suka ngetweet, dan ngejahit. Ifa yang punya found family. Ifa yang puitis dan romantis. Iya Ifa yang itu. Ifa yang apa adanya.
Mendekati wisuda dan ulang tahunku, hampir berakhir juga perjalanan hidupku satu per satu. Lautan sudah selesai disapih. Perang menuju puncaknya.
Maka, biarlah aku menang. Biarlah kami menang.
Biar kemenangan berwujud kebahagiaan.
Biar kemenangan berbentuk kebersamaan.
Biar kemenangan menjadi perdamaian.
Kalau kata teh Taylor Swift di August, Mari kita jalani hidup ini dengan penuh harapan. Bismillah.


0 komentar