Tari dan Pagi
September 28, 2026“Meong”
Pagi Tari disambut dengan meongan kucingnya yang sudah dilepaskan jauh di selatan jakarta, Di lingkungan saudaranya yang baru saja kehilangan ibunya. Ternyata oh ternyata, beberapa hal yang sudah dilepaskan punya cara untuk menetap. Di rumah saudaranya, sekarang kucing remaja yang Tari asuh dari bayi bertinggal.
————-
Tari hidupnya nomaden. Tidak dalam konotasi buruk. Karena banyak rumah yang bersedia menyambutnya datang. Rumah saudaranya pun, terbuka untuk memberinya tidur malam yang nyenyak setelah reunian menyenangkan sampai larut hari di sepetak plaza di Jakarta.
Saudaranya—Bulan, secara usia lebih pantas disebut kakak, karena berbeda 2 tahun di atasnya. Tapi untuk Tari sudah ia anggap sebagai adiknya yang paling bungsu. Konon kata orang, kakak adalah orang yang merasakan asam garam kehidupan jauh sebelum adik-adiknya. Dan Tari—Mentari, selalu dipanggil si sulung Kakak pertama dimanapun is berada.
Sebulan terakhir, ilmu bangun pagi dan beraktivitas sudah semakin fasih Tari tekuni. Setelah sekian lama bekerja seperti katak di bawah tempurung, sekarang Tari belajar mengartikan ulang arti kata kinerja dan bekerja. Kata adiknya, Tari sedang terlahir kembali menjadi “transum baddie”Musababnya karena Kendaraan yang sudah mengawali langkahnya selama beberapa tahun terakhir harus vakum karena kondisinya yang babak belur hancur lebur atas kesalahan Tari sendiri yang lalai dalam mengemudi. Kendaraan itu memang sudah tua, sudah banyak tergores dan terbentur. Tari merasa seperti anggota topi jerami yang baru saja melepas Merry.
Dibalik semuanya, Tari yakin, ada berkah yang diambil dan harus terjadi dari peristiwa ini. Mungkin saja Tuhan sedang menyelamatkannya dari kejaran dorang-dorang bermata elang karena cicilannya sudah mandet 2 bulan. Dan dua, Tari percaya sebuah perjuangan merintis memang harus dinikmati layaknya seorang perintis. Penuh semangat dan peluh keringat.
Di antara warga ibukota yang berdesakan mengejar waktu, Tari mengejar kereta berikutnya. Langkahnya gesit, tangkas, karena sudah membiasakan diri berlari lagi. Sangat berbeda jauh dengan dirinya di awal tahun lalu, yang masih sedikit rapuh sedikit rapuh. Tari melancong maju menaiki kendaraan berjaket hijau dan menyalakan lagu penyemangat jiwanya. Semoga dia bisa kembali melakukan yang terbaik hari ini

0 komentar